Mengenang Meninggalnya eyang juremi

Setiap yang bernyawa di alam dunia, pasti akan mengalami kematian. terkadang tidak peduli keadaanya, bila waktu datang kematian maka siapapin tak dapat menghentikan kematian itu. bagi orang yang baik, bijak serta luhr kematian adalah justru menjadi kebahagiaan  baginya, karena dengan kematiannya akan berjuma dengan Tuhannya.

malem rebo pon tepatnya tanggal 11 oktober 2011 merupakan 40 hari mengenang meninggalnya eyang kami tercinta, eyang juremi naslam bin karya wijaya.  beliau lahir sekitar tahun 1930 di jaman perang melawan belanda. ia dibesarkan di desa yang cukup nyaman di alamnya dan sangat menyenangkan namun kebahagiaan dan ketenangan itu sempat terebut oleh penjajah belanda.

dalam kisah yang pernah disampaikan kepada saya, jaman belanda emang sangat memprihatinkan. makan ndak semudah jaman sekarang, aktifitas dibatasi. sempat beliau mendapat tugas dari para pejuang untuk mengantarkan surat rahasia kepada pejuang lainnya. disini beliau bukan dari backgroun militer tapi harus bener2 berani mengemban tugas yang pada saat itu sangat berbahaya.

masa remaja dihabiskan dengan ikut membantu eyang buyut karyawijaya berjualan. dengan jalan kaki dari pasar pon ke beji terkadang sampai ke daerah baturaden dan pegungungan di daerah kedungbateng. beliau pun menuturkan tentang perjuangnan R.supeno yang berjuang melawan belanda di wilayah banyumas utara. R. supeno yang dijadikan nama jalan reya di desa beji merupakan pejuang yang gigih melawan penjajah, disegani teman maupun lawan. dalam akhir hidupnya R.supeno meninggal di daerah perbatasan beji dan karangnangka.

simbah berkembang terus menuju dewasa, hingga menikah sampai menurukan keturuan anak dan cucunya. ia bagi saya sebagai sosok yang sangat bijak, rendah hati, halus akhlaknya. punya semangat yang begitu besar dalam kesehariannya. di akhir hayatnya beliau masih bisa terus mengabdi menafkahi keluarganya dengan berjualan pisang keliling sampai daerah pasar pon. di akhir usianya juga beliau masih tetap istiqomah berjamaah di Mushola an-nur yang memang dekat dengan rumahnya.

Selamat jalan eyang… selamat jalan di alam kubur, semoga amal ibadahnya diterima Alloh swt diberikan tempat yang mulia oleh Alloh SWT. kami anak dan cucumu senantiasa mendoakanmu.

Posted on 15 Oktober 2011, in mufid majnun and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: