Ajibarang kulon, Desa tanpa sumur

perjalanan kali ini, senin 17 Oktober menuju ujung kulon wilayah banyumas yaitu ajibarang kulon. desa yang ndak begitu luas namun begitu banyak penduduk serta sumber mata pencahariaan disini. namun ada hal yang sangat unik di desa ini, saya pun sempat tercengang ketika ibu teman saya yang mengatakan kalo ajibarang kulon ini sangat istimewa. selama ini belum ada ditemukan sumur di wilayah ajibarang kulon. kenapa ??? katanya begitu banyak orang yang mencoba untuk menggali sumur, sedalam2nya namun bukan muncul air tapi yang ada hanya bebatuan… hemm…. semakin penasaran juga Q. ada apa sebenarnya ???

Tanpa ragu2 ibu dari temenku langsung menerangkan dengan singkat padat dan jelas. bahwasanya selama ini memang warga tidak menggunakan air sumur melainkan pakai air PAM. dengan logat ajibarangnya, “nang kene di keduk sumur ngasi pirang puluh metera nana ra bakal metu banyune, ceritane desa ajibarang kulon kieh anu kenang kutukan sekang jaman gemiyen. critane jaman mbiyen, ana wong tua sing sakti,tapi kayane nyamar dadi pengemis, njaluk banyu mider2 maring desa ajibarang kulon, kabeh wargane langka sing gelem aweh banyu akhire di kutuk kaya kieh. sejen maning karo desa pancasan, nang kana ana salah sijining wong sing gelem aweh banyu maring kuwi wong sakti dadine di dongakna banyune gemlidig, akeh banyu mambrah-mambrah nang pancasan.”

dalam Bahasa indonesia secara singkat ibu temenku jelasin kalo dulu sejarahnya ada seorang yang minta air di desa tersebut, tapi ndak ada satupun orang yang memberi, padahal air itu ada, tapi justru bilangnya langka (tidak ada). jadinya di kutuk oleh orang tua tersebut menjadi benar2 langka airnya. sementara desa sebelah yang mau memberikan air kepada orang yang meminta maka sekarang diberikan curahan air yang banyak, sampai dijadikan sumber mata air mineral yang di jual ke pasaran.

Buat saya bukan ada atau tidaknya cerita ini, benar atau tidaknya mitos ini tapi yang bisa kita ambil pelajaran adalah seharusnya kita tetap menghargai setiap manusia di bumi, dan mengingat bahwa semua yang ada milik kita adalah kepunyaan Alloh swt sehingga ketika ada orang lain meminta tolong kepada kita, maka kita harus menolongnya selagi mampu dan bisa serta ada kesempatan untuk menolongnya.
Semoga Bisa diambil hikmahnya… Salam Mufid Majnun

Posted on 17 Oktober 2011, in Jepretan Hape, Warta Banyumas and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Memang sejarah itu benar adanya dan benar kenyataannya bahwa orang ajibarang tak pernah bersedekah “mementingkan diri masing masing beda dengan“ desa pancasan yang kehidupan serba sederhana tetapi warganya saling tolong menolong ramah dan suka bersedekah“

Silahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: