Category Archives: Renungan Alam

BAWOR PROTES

Suatu hari terjadi percakapan antara Kang Bawor dan Rama Semar, mereke sedang beriskusi dengan hikmat, kekeluargaan bukan dengan emosi atau yang kurang baik seperti yang terjadi di kursi DPR negeri tetangga.

Kang Bawor : ma… ramane kenangapa aku koh dijenengi bawor , ora david apa yusup apa khadafi utawane ariel… aku isin jane ma sok diwadani , jere bawor ketowor towor nunggang becak bane njetor !!!
Rama Semar : ealah wor wor , bawor kue artine apik , bawor kue nduweni arti tumiba ning awor, sing maksude ditibakna utawa dipanggona nangndi papan kue tetep bisa nyampur utawane menyesuaikan diri , utawane nduweni rasa toleransi sing luhur. Read the rest of this entry

Mengenal Tapa dan Tafakur

dimalam yang sunyi, disinari rembulan yang hampir menampakan purnama ku melangkah keluar menuju tempat yang sederhana, tempat yang biasa ku melepas penat dan menikmati keindahan malam. sampai di tkp ku sandarkan badan dengan menyapa sahabat yang asyik dengan kekasih, sedang bercumbu rayu dengan gitar kesayangannya. jari-jarinya menari, berlarian diatas senar gitar. ku coba melepas penat dengan menatap indahnya rembulan.

tanpa kusadari terucap kata TAPA, lalu sahabatku dengan cepatnya merespon jaman sekarang banyak yang ndak bisa TAPA, alias tapa nya kosong. dari situ ku mulai menggali apa yang ada di dalam benak dan pikiranku tentang TAPA. Tapa kalau dihubungkan dengan ajaran islam mungkin diambil dari kata TAFAKUR. ilmu islam yang bukan tingkat dasar dan tidak mudah untuk mengamalkan tafakur namun bukan berarti tidak mungkin. ya Tafakur karena ilat jawa jadi biar mudah bilangnya TAPA.

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: